SMPI Al Azhar 44

Life Skill: Bijak Menggunakan Media Sosial

Pada hari Selasa, 18 November 2025, murid-murid kelas 9 mengikuti kegiatan pembelajaran Life Skill yang berfokus dalam Soft Skill dengan  tema bijak menggunakan media sosial. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan nilai literasi digital, etika berkomunikasi, dan tanggung jawab saat bermedia sosial di kalangan remaja yang merupakan generasi digital native.

Materi disampaikan oleh Pak Haziq di Aula. Beliau menyampaikan bahwa media sosial, seperti Instagram, TikTok, YouTube, dan WhatsApp, memiliki banyak manfaat positif jika digunakan dengan bijak. Misalnya media sosial bisa menjadi sarana berkomunikasi, berbagi informasi edukatif, serta mengekspresikan kreativitas murid. Namun, penggunaan yang tidak hati-hati dapat menimbulkan risiko seperti penyebaran informasi tidak benar (hoax), cyberbullying, atau kecanduan penggunaan yang mengganggu fokus belajar.

Selanjutnya, murid diajak memahami apa arti bermedia sosial dengan bijak, yakni menggunakan platform digital secara bertanggung jawab, sopan, serta kritis terhadap informasi yang diterima dan dibagikan. Pak Haziq menjelaskan beberapa prinsip utama, antara lain: menyaring informasi sebelum dibagikan, menjaga privasi data pribadi, serta menghindari komentar atau unggahan yang bersifat negatif atau menyinggung perasaan orang lain.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi kelompok di mana murid mendiskusikan contoh kasus nyata yang mereka temui di media sosial. Setiap kelompok diminta mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki dalam cara berinteraksi di dunia digital serta memberikan solusi bijak terhadap masalah tersebut. Hasil diskusi dipresentasikan di depan kelas sehingga seluruh murid mendapatkan wawasan lebih luas tentang dampak penggunaan media sosial yang tidak bijak dan cara mengatasinya.

Di akhir kegiatan, murid menyadari bahwa media sosial bukan hanya tempat hiburan semata, tetapi juga ruangan di mana mereka dapat belajar, berkreasi, dan berkontribusi positif bagi orang lain. Kegiatan Life Skill ini diharapkan dapat membentuk generasi remaja yang cerdas digital — bukan sekadar konsumen konten, tetapi juga pengguna yang bertanggung jawab, kritis, dan beretika.

Open chat